
Eksplorasi Kota Bersejarah Gjirokastër yang Ikonik. Gjirokastër, kota kecil di selatan Albania, sering disebut sebagai salah satu kota Ottoman terbaik yang masih bertahan di Balkan. Dengan julukan “Kota Batu” karena hampir seluruh bangunannya terbuat dari batu abu-abu khas, kota ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 2005. Di awal 2026, Gjirokastër semakin sering muncul dalam rekomendasi wisatawan yang mencari destinasi sejarah autentik tanpa keramaian massal. Jalan-jalan berbatu curam, rumah-rumah bertingkat dengan atap batu lempengan, benteng besar di atas bukit, dan pasar tradisional yang masih hidup membuat kota ini terasa seperti museum terbuka yang masih bernapas. Bagi pencari wisata sejarah dan budaya yang ingin merasakan Albania klasik, Gjirokastër menawarkan pengalaman mendalam yang sulit ditemukan di tempat lain. BERITA BASKET
Benteng Gjirokastër dan Pemandangan dari Atas Bukit: Eksplorasi Kota Bersejarah Gjirokastër yang Ikonik
Benteng Gjirokastër adalah jantung kota dan salah satu benteng abad pertengahan terbesar yang masih berdiri di Eropa. Dibangun sejak abad ke-12 dan diperkuat pada masa Ottoman, benteng ini menjulang di atas kota pada ketinggian sekitar 336 meter. Pendakian ke atas memakan waktu sekitar 20-30 menit melalui jalan berbatu, tapi pemandangan dari atas sangat sepadan—seluruh kota tua terlihat seperti miniatur di bawah, dengan atap batu abu-abu yang seragam dan lembah Drino yang hijau di kejauhan.
Di dalam benteng terdapat museum militer dan etnografi yang menampilkan koleksi senjata, kostum tradisional, dan artefak dari masa Ottoman hingga era komunisme. Salah satu bagian paling menarik adalah penjara bawah tanah yang digunakan pada masa Enver Hoxha—ruangan gelap dengan jeruji besi dan lorong sempit yang memberikan gambaran nyata tentang sejarah kelam Albania abad ke-20. Dari benteng, matahari terbenam memberikan panorama dramatis—cahaya oranye memantul di atap batu dan pegunungan Mali i Gjerë di belakang kota.
Arsitektur Ottoman dan Rumah-Rumah Tradisional: Eksplorasi Kota Bersejarah Gjirokastër yang Ikonik
Arsitektur Gjirokastër adalah alasan utama kota ini masuk daftar UNESCO. Rumah-rumah Ottoman di kawasan kota tua dibangun pada abad ke-17 hingga ke-19 dengan batu abu-abu lokal dan atap lempengan batu tebal yang menahan panas musim panas dan dingin musim dingin. Rumah-rumah ini bertingkat tinggi dengan jendela kayu besar yang menghadap ke dalam (untuk privasi), halaman tengah, dan tangga batu melengkung yang menghubungkan lantai.
Beberapa rumah terbuka untuk umum sebagai museum, seperti Rumah Skënduli dan Rumah Zekate—keduanya menampilkan interior asli dengan perabot kayu ukir, karpet tenun tangan, dan perapian besar. Pengunjung bisa melihat bagaimana keluarga kaya Ottoman hidup: ruang tamu besar (oda), dapur tradisional, dan kamar perempuan yang terpisah. Jalan-jalan sempit di antara rumah-rumah ini terasa seperti labirin, dengan tangga batu curam dan gang kecil yang menghubungkan satu halaman ke halaman lain.
Warisan Budaya dan Kehidupan Lokal yang Masih Hidup
Gjirokastër bukan hanya kota mati bersejarah; budayanya masih sangat hidup. Penduduk setempat mempertahankan tradisi kerajinan tangan seperti tenun karpet, ukiran kayu, dan pembuatan perak. Di pasar kecil dekat jembatan tua, pengunjung bisa membeli souvenir autentik seperti syal tenun, perhiasan perak, atau minyak zaitun lokal. Masakan khas Gjirokastër juga patut dicoba—qifqi (nasi bola goreng), byrek isi daging, tave kosi (kambing panggang dengan yogurt), dan raki buatan rumah sering disajikan di warung-warung sederhana dengan pemandangan kota tua.
Festival tahunan seperti Gjirokastër Folklore Festival (diadakan setiap 5 tahun) menampilkan tarian tradisional, musik Albania, dan pakaian adat dari berbagai daerah. Pengunjung bisa ikut serta dalam workshop membuat byrek atau belajar menenun karpet bersama warga lokal—pengalaman yang membuat kunjungan terasa lebih dari sekadar wisata biasa. Penduduk Gjirokastër terkenal ramah dan sering mengajak wisatawan minum raki sambil berbagi cerita tentang sejarah kota dan legenda lokal.
Kesimpulan
Gjirokastër menawarkan wisata sejarah dan budaya yang autentik dengan cara yang jarang ditemui di destinasi populer lainnya. Dari benteng abad pertengahan yang menjulang, rumah-rumah Ottoman dengan jendela seribu, hingga kehidupan lokal yang masih mempertahankan tradisi, kota ini memberikan pengalaman mendalam tanpa keramaian massal. Jalan berbatu curam, aroma masakan tradisional, dan keramahan penduduk menambah kesan bahwa Gjirokastër adalah tempat di mana masa lalu masih hidup dan bernapas. Di 2026, ketika wisatawan semakin mencari destinasi otentik dan tidak terlalu komersial, Gjirokastër semakin sering direkomendasikan sebagai salah satu kota tua terbaik di Eropa yang belum terlalu ramai. Jika Anda mencari perpaduan sempurna antara sejarah, arsitektur, dan budaya hidup, Gjirokastër adalah jawaban yang sulit ditolak.